Renaissance Ekonomi Syariah di Indonesia: Dari Marginalisasi Menuju Mainstream
Main Article Content
Abstract
Penelitian ini menganalisis transformasi ekonomi syariah di Indonesia dari posisi marginal menuju mainstream dalam sistem keuangan nasional. Melalui pendekatan kualitatif dengan analisis dokumen dan data sekunder, penelitian ini menunjukkan bahwa periode 2000-2024 menandai renaissance ekonomi syariah Indonesia. Faktor-faktor pendorong meliputi regulasi progresif, dukungan pemerintah, pertumbuhan kesadaran masyarakat, dan inovasi produk keuangan syariah. Hasil penelitian menunjukkan pertumbuhan signifikan aset perbankan syariah dari Rp 1,79 triliun (2000) menjadi Rp 650 triliun (2024), serta ekspansi ke sektor sukuk, asuransi syariah, dan fintech syariah. Meskipun menghadapi tantangan kompetisi dan literasi, ekonomi syariah Indonesia telah bertransformasi menjadi bagian integral sistem keuangan nasional dengan prospek menjadi hub keuangan syariah global
Downloads
Article Details
Section

This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.
How to Cite
References
Ahmed, H. (2011). Product development in Islamic banks. Edinburgh: Edinburgh University Press.
Antonio, M. S. (2019). Bank Syariah: Dari Teori ke Praktik. Jakarta: Gema Insani Press.
Ascarya. (2013). Akad dan Produk Bank Syariah: Konsep dan Praktek di Beberapa Negara. Jurnal Ekonomi Islam, 4(2), 15-32.
Ayub, M. (2007). Understanding Islamic Finance. Chichester: John Wiley & Sons.
Bank Indonesia. (2024). Statistik Perbankan Syariah 2024. Jakarta: Bank Indonesia.
Chapra, M. U. (2000). The Future of Economics: An Islamic Perspective. Leicester: The Islamic Foundation.
El-Gamal, M. A. (2006). Islamic Finance: Law, Economics, and Practice. Cambridge: Cambridge University Press.
Hassan, M. K., & Lewis, M. K. (2007). Handbook of Islamic Banking. Cheltenham: Edward Elgar Publishing.
Iqbal, M., & Mirakhor, A. (2011). An Introduction to Islamic Finance: Theory and Practice. Singapore: John Wiley & Sons.
Iqbal, Z. (1997). Islamic financial systems. Finance and Development, 34(2), 42-45.
Islamic Financial Services Board. (2020). Islamic Financial Services Industry Stability Report 2020. Kuala Lumpur: IFSB.
Kahf, M. (2017). Islamic economics: What went wrong? JKAU: Islamic Economics, 30(1), 3-12.
Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional. (2019). Masterplan Ekonomi Syariah Indonesia 2019-2024. Jakarta: Bappenas.
Khan, M. F. (2013). Theorizing Islamic economics: Search for a framework for Islamic economic analysis. Journal of King Abdulaziz University: Islamic Economics, 26(1), 209-244.
Mohieldin, M., Iqbal, Z., Rostom, A., & Fu, X. (2012). The role of Islamic finance in enhancing financial inclusion in Organization of Islamic Cooperation (OIC) countries. Islamic Economic Studies, 20(2), 55-119.
Nasution, M. E., & Ahmed, H. (2015). Islamic Banking in Indonesia: Progress and Challenges. Jakarta: LP3ES.
Otoritas Jasa Keuangan. (2024). Roadmap Pengembangan Keuangan Syariah Indonesia 2021-2025. Jakarta: OJK.
Razak, S. S. (2020). Fintech in Islamic finance: Literature review and research agenda. International Journal of Islamic Economics and Finance Research, 3(1), 75-94.
Republika. (2023). Perkembangan Ekonomi Syariah Indonesia 2023. Jakarta: Republika Media Group.
Rusydiana, A. S. (2018). Bagaimana mengembangkan industri halal di Indonesia? Pendekatan interpretive structural modeling. Jurnal Ekonomi dan Kebijakan Pembangunan, 7(2), 1-22.
Siddiqi, M. N. (2001). Economics of Tawarruq. Jeddah: Islamic Research and Training Institute.
Thomson Reuters. (2024). State of the Global Islamic Economy Report 2024. London: Thomson Reuters.
Usmani, M. T. (2002). An Introduction to Islamic Finance. Karachi: Idaratul Ma'arif.
Warde, I. (2010). Islamic Finance in the Global Economy. Edinburgh: Edinburgh University Press.
World Bank. (2020). Global Islamic Finance Report 2020. Washington DC: World Bank Group.